Kajian Filsafat Ilmu Mulai Dari Dasar Oleh Dosen UNIDA Gontor |
Pengarang : Mohammad Muslih
Penerbit :
L E S F I
Tahun Terbit : April 2016
Jumlah Halaman : 303 Halaman
Harapan
seseorang sebelum membaca buku filsafat ilmu biasanya adalah ingin memahami
substansi ilmu pengetahuan atau sederhananya ingin mengetahui hakikat ilmu
pengetahuan, buku filsafat Islam yang ditulis oleh Mohamad Muslih ini sangat
cocok bagi pemula yang belum pernha belajar filsafat ilmu. Buku ini bukan hanya
membahas asumsi dasar, paradigma, dan kerangka teori filsafat ilmu berdasarkan
perkembangannya di setiap zaman, namun juga menjelaskan tentang dasar filsafat
ilmu dan teori ilmu pengetahuan.sebagiamana yang diungkapkan oleh Mc.Graw-Hill (1974)
”The study natural sciences and the application of this knowledge for practical
purposes”.
Sebelum
membuka cakrawala keilmuan, Mohammad Muslih mengajak para pembaca untuk
memahami tentang teori dasar filsafat ilmu tanpa mengajak para pembaca mengikuti
aliran dari penulis buku tersebut sebagaimana yang kadang dilakukan oleh penulis
buku filsafat, Sebab buku ini ditulis berdasarkan kondisi objek dan subjek
ilmu. Buku ini dibagi menjadi 8 bab dan setiap bab punya cabang pembahasan
masing – masing. Pembahasan Filsafat ilmu difokuskan pada keislaman dan ilmu
sosial namun tidak meninggalkan problema klasik filsafat ilmu. Bab pertama
membahas tentang pengantar-pengantar filsafat ilmu dasar seperti Epistmologi
filsafat ilmu hingga problema filsafat ilmu. Bab dua pembahasan mengenai
struktur fundamental ilmu pengetahuan disertai kontribusi Archie J. Bahn pada
filsafat ilmu. Bab tiga berisi 4 asumsi dasar proses keilmuan manusia
mencangkup Rasionalisme, Empirisme, Kritsme dan Intusionisme. Bab empat mulai membahas
paradigma Ilmu mencangkup ilmu klasik hingga kontenporer. Bab lima membahas
kerangka dasar teori keilmuan menurut para cendikiawan filsafat seperti John
Mill, August Comte hingga Thomas Kuhn. Bab enam membicarakan tentang ilmu-ilmu
sosial mencangkup Fenomenologi hingga kritikal teori. Setelah semua kerangka
dibangun makan di bab tujuh penulis mulai memperkenalkan epistimologi Islam dai
Bayani hingga Al Suhwardi. Dan di penutupan bab penulis membuat konklusi
berdasarkan problem filsafat ilmu dewasa ini dan metodologi dalam filsafat
Islam.
Kelebihan
buku ini mempunyai cara penyusunan yang sangat baik sehingga mudah di terima
dan dipahami oleh para pemula. Buku ini juga mempunyai kesimpulan beserta semua
refrensinya dan menariknya lagi subtansi dalam buku ini tidak monoton sehingga
terkesan seperti berhenti pada positivisme. Buku ini akan membantu pembaca
mengenal kerangka asumsi dasar ilmu pengetahuan secara komprensif.
Kekurangan
dalam buku ini terletak pada bagian catatan kakinya yang sangat sulit dimengerti
dan menyulitkan pembaca untuk memahami maksud penulis. Buku ini juga banyak
kalimat ilmiah yang sukar dimengerti para pemula.
